Pertama, Program Kaizen di SMK Al-Muslim

SMK Al-Muslim, menjadi satu-satunya sekolah yang  memiliki program Kaizen Goes to School. Program dengan mengandeng salah satu perusahaan Otomotif Toyota ini, untuk mendorong siswa menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Program ini dimaksudkan agar anak didik bisa menjadi seorang problem solver apapun permasalahannya, baik administrasi atau lainnya,” terang Sapta Purnomo, selaku Kaizen Goes to School Project Leader.

Pemenang dari program tersebut, lanjutnya, akan mendapat kesempatan untuk magang di perusahaan Toyota selama 3 hingga 6 bulan. ”Kalau di Al-Muslim sudah menjadi mulok dengan setiap kelas membuat grup problem solver, harapannya dinaspun melakukan hal sama dengan menjadikan Kaizen sebagai mulok, karena ini bagus untuk melatih siswa,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMK Al-Muslim, Misdaliah mengatakan kalau program Kaizen tersebut tidak sekadar memecahkan setiap permasalahan, tapi memiliki data valid serta aktual. Karena, setiap siswa diberikan waktu untuk menganalisis sejak awal Januari lalu. “Ini semua fix by data, ada analisisnya, tidak bisa asal bicara,” ucapnya.

Melalui  program Kaizen, diharapkan siswa terbiasa memecahkan sesuatu masalah serta mampu menciptakan  produk baru. ”Bagus, karena dengan Kaizen, kita membangun serta mencetak anak berkarakter problem solver, bukan trouble maker,” pungkasnya. (ich/pms)

Sumber : Radar Bekasi , Senin 16 Mei 2016

http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/05/16/pertama-program-kaizen-di-smk-al-muslim/

 

 

Guru Harus Gaul?

Seiring majunya teknologi membuat kita, para pendidik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sehingga kita tidak kalah dan tertinggal dari kebiasaan dan pola hidup peserta didik. Haruskah guru itu gaul? Jawabannya, IYA, karena sebagai tenaga pendidik dan pengajar, tentu kita harus memiliki metode dan trik jitu menghadapi peserta didik.

Munculnya julukan guru gaptek (gagap teknologi), guru jadul (jaman dulu), tentu tak ingin kita miliki. Maka belajar adalah solusi terbaik, bukan berarti status kita sebagai guru, tidak mewajibkan kita untuk selalu belajar. Justru, keadaan zaman mengharuskan kita untuk selalu belajar dan semakin berkembang berada di depan peserta didik walaupun hanya satu langkah. Seminar, MGMP, KKG, Diklat, Pelatihan, dll adalah salah satu sarana bagi guru untuk belajar. Bukan hanya belajar dari pengalaman sendiri tetapi juga bisa belajar dari pengalaman orang lain, baik yang usia dan jam terbangnya lebih tinggi dari kita maupun dengan yang usianya jauh lebih muda dari kita.

Di tempat saya mengajar, saya banyak belajar dari guru yang lebih berpengalaman dari saya. Metode mereka mengajar sangat beragam, mulai dari menggunakan media Ms. Powerpoint yang menarik sampai media sosial seperti blog dan twitter.

Peserta didik sekarang lebih menyukai metode mengajar yang banyak menggunakan audio visual ketimbang hanya menggunakan media audio, hal ini menyebabkan kita harus selalu semangat mempelajari hal-hal baru, sehingga kita tidak lagi menjadi guru yang tertingggal.(By Nia Sofyana, S.Pd)

Pendampingan Sirawa Yayasan Al Muslim Tambun

Sabtu, 19 Maret 2016, telah diadakan Pendampingan Sirawa bagi guru-guru di lingkungan Al Muslim. Sirawa merupakan Sistem Informasi Raport Siswa.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dibuka oleh sambutan Pak Saepudin Zuhri, Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Al Muslim. Dengan menggunakan Sirawa, setiap kegiatan evaluasi siswa akan terekam segera dan bisa dilihat oleh orang tua di manapun berada. Kedepan, Sirawa juga akan dikembangkan sedemikian rupa hingga bisa menyimpan data sekaligus melaporkan kehadiran siswa pada hari itu juga. Sirawa merupakan bentuk excellent service pada orang tua.

Pak Muslimin Nasution, selaku Pembina Yayasan Al Muslim menegaskan bahwa di era digital, system penilaian berbasis system informasi seperti Sirawa ini adalah hal yang mutlak. Sekolah Al Muslim harus menjadi sekolah model yang sudah mengadopsi system informasi seperti ini, di saat sekolah-sekolah yang lain belum melakukannya. Sebagai sekolah yang memiliki motto One Step Ahead, Al Muslim harus selalu melakukan inovasi dalam bidang pendidikan.

Acara pendampingan Sirawa ini juga dihadiri oleh Ibu Erlina Nasution, Bapak Masyhuda, Ibu Nurul, dan Ibu Mahmudah dari Al Muslim Surabaya, Ibu Palarina Nasution, Bapak Sudarmo,  dan pejabat lain di lingkungan Al Muslim Tambun. Sebanyak 30 orang guru menjadi perwakilan peserta.

Sistem Sirawa ini merupakan system pelaporan yang dikembangkan bersama oleh 3 sekolah, Al Muslim JawaTimur, Salman Al Farizi Bandung, dan Al Muslim Tambun, sehingga dalam pelaksanaannya akan tetap diadakan pendampingan bersama, termasuk sharing dan sumbang saran terkait kebutuhan setiap sekolah yang berbeda. Tanya jawab berlangsung seru dengan dijawab secara menyegarkan oleh Ibu Nurul, Ibu Mahmudah, dan Pak Didi Suradi.

System ini akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2016 – 2017. Seyogyanya sebuah tekhnologi yang berfungsi untuk memudahkan, semoga pelaksanaannya bisa menjadi bentuk kemudahan dan pelayanan prima yang diberikan kepada semua stake holder. (Reporter :Mugi)

Guru-guru Al Muslim Tambun sedang mencoba Sirawa

 

Hasil Tes P2DB 2016

          

HUBUNGI KAMI

YAYASAN AL MUSLIM TAMBUN
Jl. Raya Setu Kp. Bahagia Kabupaten Bekasi 17510

Telepon
Fax
SMS
Email

: 021 8836-2227, 021 8832-9822
: 021 8831-167
: 0857-7459-7728
:

SATUAN PENDIDIKAN

TK
SD
SMP
SMA
SMK

: 021 8831-203
: 021 8833-7004
: 021 8832-1346
: 021 8833-5907
: 021 8830-041

MAP LOKASI

MEDIA SOSIAL

Follow us & get in touch.

 

QUICK LINKS :

- News & Events

- Sumber Belajar

- BSM

- PPDB