Guru Harus Gaul?

Seiring majunya teknologi membuat kita, para pendidik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sehingga kita tidak kalah dan tertinggal dari kebiasaan dan pola hidup peserta didik. Haruskah guru itu gaul? Jawabannya, IYA, karena sebagai tenaga pendidik dan pengajar, tentu kita harus memiliki metode dan trik jitu menghadapi peserta didik.

Munculnya julukan guru gaptek (gagap teknologi), guru jadul (jaman dulu), tentu tak ingin kita miliki. Maka belajar adalah solusi terbaik, bukan berarti status kita sebagai guru, tidak mewajibkan kita untuk selalu belajar. Justru, keadaan zaman mengharuskan kita untuk selalu belajar dan semakin berkembang berada di depan peserta didik walaupun hanya satu langkah. Seminar, MGMP, KKG, Diklat, Pelatihan, dll adalah salah satu sarana bagi guru untuk belajar. Bukan hanya belajar dari pengalaman sendiri tetapi juga bisa belajar dari pengalaman orang lain, baik yang usia dan jam terbangnya lebih tinggi dari kita maupun dengan yang usianya jauh lebih muda dari kita.

Di tempat saya mengajar, saya banyak belajar dari guru yang lebih berpengalaman dari saya. Metode mereka mengajar sangat beragam, mulai dari menggunakan media Ms. Powerpoint yang menarik sampai media sosial seperti blog dan twitter.

Peserta didik sekarang lebih menyukai metode mengajar yang banyak menggunakan audio visual ketimbang hanya menggunakan media audio, hal ini menyebabkan kita harus selalu semangat mempelajari hal-hal baru, sehingga kita tidak lagi menjadi guru yang tertingggal.(By Nia Sofyana, S.Pd)

Pendampingan Sirawa Yayasan Al Muslim Tambun

Sabtu, 19 Maret 2016, telah diadakan Pendampingan Sirawa bagi guru-guru di lingkungan Al Muslim. Sirawa merupakan Sistem Informasi Raport Siswa.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dibuka oleh sambutan Pak Saepudin Zuhri, Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Al Muslim. Dengan menggunakan Sirawa, setiap kegiatan evaluasi siswa akan terekam segera dan bisa dilihat oleh orang tua di manapun berada. Kedepan, Sirawa juga akan dikembangkan sedemikian rupa hingga bisa menyimpan data sekaligus melaporkan kehadiran siswa pada hari itu juga. Sirawa merupakan bentuk excellent service pada orang tua.

Pak Muslimin Nasution, selaku Pembina Yayasan Al Muslim menegaskan bahwa di era digital, system penilaian berbasis system informasi seperti Sirawa ini adalah hal yang mutlak. Sekolah Al Muslim harus menjadi sekolah model yang sudah mengadopsi system informasi seperti ini, di saat sekolah-sekolah yang lain belum melakukannya. Sebagai sekolah yang memiliki motto One Step Ahead, Al Muslim harus selalu melakukan inovasi dalam bidang pendidikan.

Acara pendampingan Sirawa ini juga dihadiri oleh Ibu Erlina Nasution, Bapak Masyhuda, Ibu Nurul, dan Ibu Mahmudah dari Al Muslim Surabaya, Ibu Palarina Nasution, Bapak Sudarmo,  dan pejabat lain di lingkungan Al Muslim Tambun. Sebanyak 30 orang guru menjadi perwakilan peserta.

Sistem Sirawa ini merupakan system pelaporan yang dikembangkan bersama oleh 3 sekolah, Al Muslim JawaTimur, Salman Al Farizi Bandung, dan Al Muslim Tambun, sehingga dalam pelaksanaannya akan tetap diadakan pendampingan bersama, termasuk sharing dan sumbang saran terkait kebutuhan setiap sekolah yang berbeda. Tanya jawab berlangsung seru dengan dijawab secara menyegarkan oleh Ibu Nurul, Ibu Mahmudah, dan Pak Didi Suradi.

System ini akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2016 – 2017. Seyogyanya sebuah tekhnologi yang berfungsi untuk memudahkan, semoga pelaksanaannya bisa menjadi bentuk kemudahan dan pelayanan prima yang diberikan kepada semua stake holder. (Reporter :Mugi)

Guru-guru Al Muslim Tambun sedang mencoba Sirawa

 

Hasil Tes P2DB 2016

          

Praktek Mengolah Susu di Cibugary

YAMT, 18/02/2016, Hari ini anak-anak Level 1 SD Al Muslim Tambun mengadakan kegiatan KBM di luar sekolah. Kegiatan lapangan kali ini adalah berkunjung ke Wisata Susu Cibugary di Cibubur Jakarta Timur. Kegiatan lapangan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan anak dengan melihat dan praktek langsung mengenai proses pembuatan susu segar.

Kesibukan sudah terlihat sejak pagi hari, seperti biasa pada jam masuk sekolah terlihat siswa-siswi Al Muslim Tambun yang berdatangan dengan berjalan kaki, diantar dengan kendaraan bermotor oleh orang tuanya maupun dengan mobil jemputan. Di halaman sekolah terlihat 2 buah bus besar yang diparkir mencolok diantara kendaraan yang lain.  Ya … bus dengan fasilitas full AC yang siap mengantar anak-anak Level 1 SD Al Muslim Tambun menuju Cibubur.

Sebelum kegiatan dimulai, anak-anak dikumpulkan di halaman sekolah untuk diberikan wejangan dan tata terbit kegiatan serta mengecek perlengkapan yang harus dibawa antara lain baju ganti dan jas hujan atau payung untuk mengantisipasi apabila turun hujan di tempat kegiatan.  Tidak lupa doa dipanjatkan supaya perjalanan diberikan kelancaran dan kemudahan sampai kembali ke sekolah. Rombongan terdiri dari 128 orang siswa dengan didampingi oleh 9 orang guru kelas serta 1 orang office boy untuk membantu perlengkapan.

Kira-kira pukul 07:30 WIB rombongan menuju bus yang sudah siap. Alhamdulillah perjalanan lancar sesuai rencana dan sudah sampai tujuan sebelum jam 09:00 WIB. Di lokasi rombongan mendapat sambutan hangat dari penerima tamu dan langsung diarahkan untuk kegiatan-kegiatan yang akan diikuti anak-anak.

Kegitaan dimulai dengan penjelasan dari pemandu mengenai apa itu Cibugary mengenai binatang sapi hingga proses mengolah susu sapi. Penjelasan disampaikan dengan bahasa anak-anak yang menarik diselingi dengan lagu yang bertema binatang sapi dan susu.

Selanjutnya anak-anak diajak berkeliling untuk praktek memerah susu. Sebelumnya mereka membagikan masker penutup hidung untuk mengurangi bau yang kurang sedap di kandang sapi. Satu persatu anak  diminta untuk langsung mencoba memerah susu. Beberapa anak dengan berani mencoba praktek memerah susu dibimbing oleh petugas tetpi tidak sedikit anak yang merasa takut dan tidak berani mencobanya.  Setelah proses memerah susu selesai kemudian mereka membawa rombongan ke tempat pengolahan susu. Disini dilakukan praktek mengolah susu dengan memasaknya. Sama pada sebelumnya, anak-anak diajak langsung praktek memasak susu. Mereka terlihat senang dan sangat menikmati pengalaman baru tersebut.

Menjelang sholat Dzuhur anak-anak istirahat untuk sholat dan makan siang. Selain makan siang yang sudah disiapkan oleh panitia anak-anak juga dapat menikmati snack yang mereka bawa dari rumah. Sambil beristirahat anak-anak berkesempatan untuk mewarnai gambar sapi yg sudah disediakan ditempat.

Sebelum pulang anak-anak mendapatkan bingkisan berupa susu segar aneka rasa dari Cibugary serta sebuah gantungan kunci berbentuk sapi. Anak-anak kembali ke sekolah dengan menyimpan ceritanya masing-masing yang tidak sabar untuk disampaikan ke keluarga mereka. (IT)

 

HUBUNGI KAMI

YAYASAN AL MUSLIM TAMBUN
Jl. Raya Setu Kp. Bahagia Kabupaten Bekasi 17510

Telepon
Fax
SMS
Email

: 021 8836-2227, 021 8832-9822
: 021 8831-167
: 0857-7459-7728
:

SATUAN PENDIDIKAN

TK
SD
SMP
SMA
SMK

: 021 8831-203
: 021 8833-7004
: 021 8832-1346
: 021 8833-5907
: 021 8830-041

MAP LOKASI

MEDIA SOSIAL

Follow us & get in touch.

 

QUICK LINKS :

- News & Events

- Sumber Belajar

- BSM

- PPDB