Kunjungan SMK ke PUSTEKOM

Jakarta– 10/09/2015. Pagi ini pukul 07.30 WIB Siswa-Siswi SMK Al Muslim Kelas XI Jurusan Multimedia dan TKJ mengadakan kunjungan ke Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (PUSTEKKOM) yang berlokasi di Ciputat – Tangerang Selatan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan lebih tentang Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau biasa disebut ICT (Information Communication Technology) kepada  para siswa. PUSTEKKOM memfasilitiasi Siswa-Siswi SMK Al Muslim untuk mendapatkan pengarahan dan pelatihan singkat dalam bidang Multimedia Pendidikan antara lain berlatih menjadi seorang penyiar di radio edukasi, menjadi presenter di TV Edukasi dan mengetahui teknologi jaringan komputer yang dipakai pada PUSTEKKOM tersebut agar bisa terhubung koneksinya keseluruh Indonesia.

 

Sekilas Tentang PUSTEKKOM

1976 :  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membentuk tim TKPK (Teknologi Komunikasi untuk Pendidikan dan Kebudayaan) berkedudukan di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

1978 : Tim TKPK ditingkatkan menjadi Pusat Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan, disingkat Pusat TKPK, yang sekarang ini dikenal dengan sebutan PUSTEKKOM berdasarkan Surat Keputusan Presiden nomor 27 tahun 1978.

Sejak tahun 2000, Pustekkom memperluas lingkup kerjanya dengan menambahkan unsur teknologi informasi ke dalam bidang tugasnya, sehingga nama lembaga ini menjadi Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan, dengan akronim tetap PUSTEKKOM (ICT Center for Education).

Sampai saat ini Pustekkom mempunyai 3 Balai Pengembang Media dan sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) di daerah berupa 29 UPTD/Balai Tekkom.
Tahun 2005 Pustekkom berada langsung di bawah Sekretariat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional sesuai dengan Permendiknas No. 23 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat-pusat di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. 

(sumber : http://setjen.kemdikbud.go.id/pustekkom/hal-profil.html)

 

Produk-produk PUSTEKKOM

Dalam perkembangannya PUSTEKKOM telah menghasilkan beberapa produk yang sangat berguna bagi perkembangan pendidikan di Indonesia antar lain :

  1. TV Edukasi

TVE merupakan salah satu stasiun televisi pemerintah yang berkedudukan dibawah Pustekkom Kemdikbud. TVE memiliki peran serta dalam upaya pencerdasaan anak bangsa dengan menghadirkan berbagai layanan siaran pendidikan yang berkualitas untuk menunjang tujuan pendidikan nasional.

  1. Suara Edukasi

Pusktekkom memanfaatkan media radio untuk menyampaikan konten-konten pembelajaran. Dengan memanfaatkan frekuensi 1440 AM, diharapkan lokasi jangkauan penerimaan siaran menjadi lebih luas.

  1. Buku Sekolah Elektronik

BSE (Buku Sekolah Elektronik) merupakan portal web pendidikan yang mengerti benar tentang kebutuhan penggunaan buku sebagai salah satu media penyokong mencari ilmu.

  1. Mobile Learning

Yaitu portal yang menyediakan konten pembelajaran dengan berbasis mobile learning, sehingga konten tersebut dapat dimanfaatkan dengan menggunakan media handphone ,smartphone atau gadget yang mendukung file macromedia flash.

  1. Radio Edukasi

Radio Edukasi (RE) adalah produk unggulan BPMRP yang berbentuk radio station yang menyajikan komposisi acara siaran pendidikan (baik formal maupun nonformal), informasi/berita pendidikan, hiburan, dan acara pendidikan yang mendidik (edutainment). Radio Edukasi (RE) mengudara pada frekuensi AM 1251 KHz mulai pukul 12:25 sampai 19:30 WIB

  1. Rumah Belajar

Portal Rumah belajar adalah portal yang dibangun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memfasilitasi ketersediaan konten bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik dan peserta didik, seperti bahan belajar interaktif yang dilengkapi dengan media pendukung gambar, animasi, video dan simulasi.

  1. PPDB Online

Dalam upaya mendukung Peraturan Pemerintah RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, khususnya Pasal 74 (ayat 1 dan 2) dan Pasal 82 (ayat 1 dan 2) tentang Penerimaan Peserta Didik pada Satuan Pendidikan Dasar/Menengah yang objektif, transparan, dan akuntabel. Maka Pustekkom Kemdiknas melalui DIPA Tahun 2009 menyediakan aplikasi Sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online 2009 dengan modul pendaftaran jenjang SMP, SMA dan SMK.

(Sumber : http://setjen.kemdikbud.go.id/pustekkom/#produklayanan)

Penjelasan oleh Tour Guide

Para siswa mendapatkan pengalaman berharga dalam kunjungan ke PUSTEKKOM ini. Dengan dipandu oleh tour guide mereka mengikuti dengan seksama penjelasan mengenai apa saja yang dilakukan di PUSTEKKOM. Mereka juga diberi kesempatan untuk praktek langsung dengan peralatan yang ada.

Pada  saat berlatih untuk menjadi seorang penyiar radio, beberapa siswa mewakili teman-temannya membuka acara dengan mengisi siaran tersebut tentang apa saja yang ada di SMK Al Muslim dan para siswa diajak untuk bernyanyi lagu daerah dan lagu nasional bersama.

Saat berada di ruang studio siaran televisi, Siswa-Siswi diajarkan beberapa teknik pengambilan dan pengeditan gambar yang akan ditampilkan di layar kaca. Tak lupa pula, Siswa-Siswi diajarkan oleh mentor untuk menggunakan kamera profesional layaknya kameramen profesional. Dan pada ruang kontrol, Siswa-Siswi mendapatkan penjelasan bagaimana proses gambar yang sudah didapat agar bisa ditampilkan dilayar kaca dengan standar tertentu.

Pengalaman yang begitu besar ini diharapkan memotivasi Siswa-Siswi agar lebih giat belajar dan mengasah skillnya untuk menjad Khalifatullah Fil Ardl yang Rahmatan Lil Alamin.

(Dwi Meilinda Evasari)

Laporan Kegiatan Pelatihan Reporter Cilik 2015

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hari Kamis, tanggal 3 September 2015 aku tidak menuju sekolah tercinta, SDIT AL-MUSLIM TAMBUN.  Pukul 06.00 WIB, aku berangkat dari rumah menuju lokasi lomba.  Yakni, di Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.  Di perjalanan, aku terus berdoa dan sekali-kali tertidur.  Saampaaiii..!batinku, saat melihat sebuah banner terpasang yang bertuliskan, “ SELAMAT DATANG PARA PESERTA PELATIHAN REPORTER CILIK 2015 “.  Setelah mobilku melaju beberapa meter dari banner tadi, aku melihat bangunan seperti pendopo kecil ( tapi tertutup, ya.. ).

 
Wawancara dengan Kak Dea Salsabila Amira

 

Di teras pendopo itu, kulihat ada kakak-kakak panitia yang menjaga meja registrasi.  Hmmmn… Sepertinya kakak- kakak itu merupakan seorang reporter.  Tanpa berpikir lama, aku dan ibuku berlari kecil menuju meja registrasi.  Sementara ibuku sibuk bercakap-cakap dengan kakak panitia, aku asyik melihat anak-anak dari sekolah lain ( ini sudah menjadi kebiasaanku .. ).

Di awal acara, para guru pendamping ataupun orangtua diberi penjelasan-penjelasan mengenai rundown acara.  Setelah orangtua diberi penjelasan, giliran kami para peserta memulai pelatihan.  Mulai dari sambutan dari Pak Gaudens selaku Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia, sampai kegiatan games yang seru.  Tahu enggak, apa yang bikin seru dan menantang? Yup! Betuull…! Yang menantang itu bagian perkenalan.  Karena, kita harus lebih percaya diri, friends.

Setelah haus alias dahaga menyelimuti tenggorokanku….Ternyata, ada acara coffee break !!This ismy favorite part!!! Kalau sudah ada acara begini, aku sangat gembira.  Apalagi, adacreamer, dan cemilan favorit.  Alhamdulillah.. Akhirnya setelah menyimak banyak sambutan, kami dapat lebih fresh lagi.. Setelah melepas rasa lapar, haus dan hawa nafsu, kami disajikan pelatihan jurnalistik.  Pertama-tama, kami dikenalkan dengan kata jurnalistik oleh Kak Iis yang ramah.  Ngomong-ngomong Kak Iis itu siapa? Kak Iis adalah salah satu reporter Media Indonesia yang bekerja di rubrik Media Anak yang terbit setiap hari Minggu.

Kami juga dijelaskan mengenai tugas seorang reporter.  Kami dipertontonkan sebuah film pendek yang menceritakan seorang reporter yang sedang melsanakan tugas.  Intinya begini, pertama, para Kepala dari berbagai bidang berkumpul untuk melaksanakan Rapat Kecil.  Fungsi diadakannya Rapat Kecil ini adalah untuk menentukan hal yang ingin digali informasinya.  Setelah pelaksanaan Rapat Kecil ini, para reporter diperintahkan untuk melakukan wawancara atau tanya jawab dengan saksi ataupun narasumber di lokasi kejadian.

Setelah mendapatkan informasi yang jelas, padat dan lengkap, reporter akan mengetik laporan wawancara yang telah dilakukan.  Teks laporan wawancara yang telah diketik reporter akan dibagikan kepada bagian pengetikan.  Setelah itu, teks yang sudah diketik, diberikan kepada editor untuk diedit kembali. Hasil tulisan akan diberikan kepada bagian grafik dan desain.  Lalu, dicek dan selanjutnya dicetak di percetakan.

“Bila menulis, biasakan jangan menggunakan kata-kata mubadzir. Seperti, adalah, yaitu dan lain-lain.“, tutur Kak Iis sambil tersenyum.  Inilah hal yang paling kutunggu dari awal acara, yaitu… menuju kamar! Eeits…, tapi kami semua belum bisa santai-santai dulu… ( > n< Gregetttt… ).  Setelah merapikan barang dan shalat Ashar, kami harus sudah siap untuk melakukan observasi ke Museum Prangko.  Aku sangat kaget, karena di pintu masuk kami direkam oleh kakak-kakak reporter Metro Tv.  Saat menuju ke dalam museum, kami semua langsung disapa oleh kakak pemandu yang bernama Kak Andri Purnomo (33). Mulai dari prangko pertama  di dunia, prangko yang pertama kali digunakan di Indonesia, sampai prangko Jepang, semuanya dijelaskan oleh Kak Andri dengan sabar.  “ Ini adalah prangko Penny Black.  Prangko ini adalah prangko yang pertama kali dibuat di dunia.  Pada gambar ini, terdaapat gambar Ratu Victoria.  Sedangkan, ini adalah prangko Hindia-Belanda…. Dan bla..bla…blaa….”jelas Kak Andri. Itulah awal dari pelatihan ini.

Malam pertamaku di kamar bersama Bilqis( karena kasurnya tingkat ), temanku yang paling lucu, aku kekurangan energi dan inspirasi untuk membuat laporan.  Dengan lesu, aku meraih telepon genggamku dan menghubungi Mami untuk membawakan Snack.  Aku kembali semangat untuk mengerjakan tugas setelah memakan 1 bungkus makanan ringan. Lalu, aku menyetel alarm. ( Kalau tidak, yaa nggak bangun laah! ).

 

Alarmku berbunyi kencang sekitar pukul 03.00 pagi.  Aku terbangun dan melihat Fayanna ( aku paling nge-fans sama dia ( sst.. dia penulis KKPK lho.. )), Adinda, Tania dan yang lain sudah bangun lebih dahulu.  Aku mengintip ke atas dan mendapati Bilqis yang masih menjelajahi mimpinya.

Hari ini, hari Jumat, 4 September 2015, kami akan melakukan observasi ke Museum Listrik. Seperti kemarin, kami mendapat pelatihan lalu pergi ke museum. Di Museum Listrik aku dan peserta lain dipandu oleh Kak Andik.  Disana, aku menonton teater mini tentang bagaimana caranya listrik bisa sampai ke rumah kita.  Kak Andik bertanya pada seluruh peserta, “ Siapa yang berasal dari Bogor? “.” Saya, kak. “ kata seorang anak laki-laki.  “ Oleh – oleh khas Bogor apa? “.  “ Lapis talas, Kak. “. “ Kamu tahu, siapa penemu listrik?”.  “ Enggak”.  ‘’ Penemu listrik bernama Thales.  Saat itu, ia menemukan listrik statis pada kain wool dan bulu ayam.”, kata kak Andik.  Pokoknya seru, deeh!

Malam harinya, kami semua mengerjakan tugas untuk penilaian final.  Apa tugasnya? Tugasnya, menulis laporan kegiatan selama 2 hari semasa pelatihan.  Aku menulis dengan konsentrasi.  Kulihat Bilqis di atas yang sedang terlihat fokus juga.

Sinar mentari pagi telah menembus samar-samar di balik gordyn jendela.  Tanpa basa-basi atau segala macam, aku dengan sigap bertanya pada Kak Novi, Kakak penjaga kamar, “ Kak, habis ini ngapain? “ tanyaku sambil mengucek-ngucek mata.  “ Setelah ini kita akan olahraga, games lalu pengumuman. “ jawab Kak Novi singkat.

Pada saat games, aku sangat asyik dengan kameraku.  Aku merekam kegiatan games yang sangat seru.  Dan, aku bersama Adinda sudah seperti menjadi fotografer cilik ( kemana-mana bawa kamera ). Hehehehe.  Semua kegiatan pun berlangsung dengan baik dan lancar.  Setelah beberapa lama, tiba saatnya untuk berpisah dengan teman-teman.  Bye-bye…

 

Mewawancarai Bapak Menteri

Setelah menunggu cukup lama, sekitar 2 minggu, akhirnya pihak Media Indonesia menghubungi Mamiku mengenai kegiatan wawancara dengan menteri.  Aku berkesempatan mewawancarai Bapak Muhammad Nasir.  Beliau merupakan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.  Di perjalanan, aku asyik memotret suasana Jakarta yang padat.  

Hasna, temanku yang paling serius, sedang menghafal pertanyaan wawancara.  Sedangkan Adinda juga sedang memotret sepertiku.  Perjalanan kami sangat cepat bagiku.  Akhirnya, kami sampai di Gedung Dikti.  Kali ini, aku tidak terlalu deg-degan, karena di sekolahku sudah diajarkan cara mewawancarai orang yang baik dalam pelajaran leadership.

Aku adalah anak paling aktif diantara teman-teman.  Saat naik lift, aku merasa agak pusing.  Mungkin penyakit “mabok lift”-ku kambuh lagi.  Hehehehe.. Sebelum masuk ke dalam ruang rapat ( ruangan untuk wawancara ),  kami menunggu Bapak Menteri datang sambil menghafal pertanyaan wawancara.  Seorang petugas datang menanyakan apakah kami sudah siap.  Kami semua mengangguk pelan.

Aku melangkah pelan saat berjalan menuju ruang rapat.  Di ruang rapat, kami duduk di kursi yang empuk.  Pintu dibuka, Bapak Muhammad Nasir masuk ke dalam ruangan dan menyapa kami.  Saat itu, aku mulai agak tegang.  Karena, Pak Nasir duduk di antara Hasna dan aku.

Hasna membacakan pembuka kegiatan wawancara dengan lantang dan lancar.Ia mulai mengajukan pertanyaan yang pertama, lalu disusul oleh teman-teman lainnya.  Lalu, saat aku sedang menulis, Kakak Media Indonesia memberikan tanda bahwa aku harus membaca pertanyaan selanjutnya, padahal itu bukan bagianku.  Kakak itu memaksaku.  Ya sudahlah, ora popo… malah tambah bagus! Aku jadi membaca 4 pertanyaan dan penutupan lho…Intinya, pesan dari Pak Nasir kita harus rajin belajar, jujur, dan tolong menolong.

 

Pak Nasir juga bercerita bahwa Indonesia harus bisa memajukan teknologi.  Anak muda Indonesia sudah bisa membuat robot, satelit dan tahun ini akan membuat pesawat jelas Pak Nasir dengan semangat.  Jadilah anak yang bermanfaat bagi bangsa.

Di akhir acara wawancara aku membaca penutup.  Setelah ditutup, aku berfoto dengan Pak Nasir ( Aduh, senangnya! ).  Aku melihat Hasna dipanggil untuk di-shooting dan ditanya-tanya kakak-kakak Metro Tv.  Aku sempat merasa iri dengan Hasna.. Tetapi.. Tak berapa lama kemudian aku juga dipanggil deh! Saat menghadap kamera aku sempat gugup karena flash-nya.  Lalu, aku diajak tersenyum oleh kakaknya.  Malu banget..

Kami juga sempat melakukan casting wawancara ulang bersama.   Asyik! Pokoknya..it is my best day ever!! Aku pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri.  Di rumah, aku menghubungi Kak Wanda, kakak Media Indonesia.  Aku menanyakan kepada Kak Wanda, kapan acaranya ditayangkan di Metro Tv.  Kayaknya, di acara wideshot deeh.., jelas Kak Wanda.  Kami berdua sudah seperti saudara. Padahal, baru empat hari bertemu.

Aku sudah tidak sabar untuk menceritakan pengalaman ini kepada teman-teman.  Dan semoga dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SDIT AL MUSLIM..

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penulis: Foriza Sofia Rahma

Peringatan HUT 70 Tahun RI

Sebagai bentuk rasa syukur atas Kemerdekaan RI yang ke 70, Yayasan Al Muslim Tambun merayakan bersama keluarga besarnya. Seperti biasanya sejak pagi aktifitas di Sekolah Al Muslim Tambun sudah terlihat sibuk. Para siswa sudah mulai berdatangan, tetapi berbeda dengan hari biasanya hari ini tidak ada kegiatan belajar karena akan diisi dengan acara peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke 70. Halaman parkir yang biasanya penuh dengan mobil pengantar kali ini terlihat kosong karena memang sengaja disiapkan untuk upacara bendera. Satpam sibuk mengatur parkir mobil untuk dipindahkan ke lokasi lain yang tidak mengganggu jalannya upacara.

 

Tepat pukul 08:00 WIB seluruh keluarga besar Yayasan Al Muslim Tambun mulai dari Pengurus, Guru, Karyawan dan Siswa melaksanakan Upacara memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 di lapangan upacara SD Al Muslim. Upacara berlangsung dengan hikmat dengan Bapak Sukyadi, S.Pd sebagai Pembina Upacara.  Petugas upacara merupakan gabungan dari  Siswa SD, SMP, SMA, SMK yang terpilih menjadi petugas Upacara mulai dari Pembaca Do’a oleh SD, Tim Paskibra dan Drumband yang di wakili oleh SMP, Komandan Upacara dan Pembaca UUD 1945 oleh SMK, serta pemimpin barisan yang di wakilkan oleh Unit masing-masing.

Seusai Upacara, Unit Yayasan, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK mengadakan perlombaan yang khas dengan suasana ‘Agustusan’ seperti lomba Balap Karung, Bakiak, Makan Kerupuk, Joget Balon, Estafet Bola, Estafet belut, Futsal, Tarik Tambang, Fotografi dan lainnya.  Tak kalah dengan para siswa, para guru dan karyawan mengadakan lomba Tenis Meja dan Memasak Nasi Goreng. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa nasionalisme, gotong-royong, dan keakraban antar warga Yayasan Al Muslim Tambun.

 

Artikel: Dwi Meilinda Evasari

Masa Orientasi Siswa (MOS) TK Al Muslim Tambun

"Assalamu’alaikum” sapa seorang Guru TK Al Muslim yang dengan ramah dan senyuman sedang menyambut hangat siswa-siswi baru TK Al muslim. Ya hari ini adalah hari pertama siswa-siswi baru TK A dan TK B sekolah  Al Muslim mulai masuk. Selama satu minggu kedepani para murid TK A dan TK B masuk setengah hari saja, apabila pada pelajaran normal para murid pulang pada pukul 15:45 WIB tetapi  dalam seminggu ini mereka pulang lebih cepat yaitu pada pukul 13:00 WIB atau setelah istirahat dan makan siang.

HUBUNGI KAMI

YAYASAN AL MUSLIM TAMBUN
Jl. Raya Setu Kp. Bahagia Kabupaten Bekasi 17510

Telepon
Fax
SMS
Email

: 021 8836-2227, 021 8832-9822
: 021 8831-167
: 0857-7459-7728
:

SATUAN PENDIDIKAN

TK
SD
SMP
SMA
SMK

: 021 8831-203
: 021 8833-7004
: 021 8832-1346
: 021 8833-5907
: 021 8830-041

MAP LOKASI

MEDIA SOSIAL

Follow us & get in touch.

 

QUICK LINKS :

- News & Events

- Sumber Belajar

- BSM

- PPDB